Mau Lebih Produktif dengan Musik? Berikut Tips dan Triknya!
Career Coaching

Mau Lebih Produktif dengan Musik? Berikut Tips dan Triknya!


Siapa yang tidak suka musik? Sebagian besar orang menyukai musik dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tanpa disadari musik sudah banyak mempengaruhi sendi-sendi kehidupan manusia. Mendengarkan musik, adalah kategori hobi yang banyak dipilih orang-orang saat ini. Ketika di rumah, sambil bekerja, di jalan, ataupun di kereta, banyak ditemukan fenomena orang memasang headset di telinga untuk menikmati musik. Mengisi waktu, mencari hiburan, dan sebagai penyemangat kerja adalah sekian alasan yang terus mendekatkan manusia pada musik.

Musik memang tidak bisa dilepaskan dari manusia. Sudah bukan rahasia umum jika musik diciptakan dengan berjuta manfaat. Bagi individu, musik dapat sangat berpengaruh pada perilaku dan mood. Musik yang diputar di restoran, dapat mempengaruhi kecepatan makan pelanggannya tergantung dari tempo musiknya.

Jenis musik yang didengarkan di sepanjang perjalanan dapat mempengaruhi mood pengemudi dan dapat berdampak pada caranya mengemudikan kendaraan. Issacsson (2007), lewat catutan penelitiannya, mengungkapkan bahwa musik dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mengatur kerja otak. Semakin kompleks musik yang didengarkan, semakin musik tersebut dapat meningkatkan kemampuan otak dalam mengingat sesuatu.

Selain itu, bagi orang-orang yang cenderung neurotik atau memiliki tingkat kecemasan tinggi, musik-musik yang cenderung lembut akan diproses di bagian otak yang mengatur emosi, untuk menenangkannya sehingga kecemasannya menurun. 

Baca juga Cara Menghadapi dan Mengatasi Stress

Dengan pengaruh musik yang sedemikian besar pada kerja otak, dapatkah musik berdampak pada performa kerja? Terkait hal ini, Mayfield dan Moss (1989) melakukan penelitian mengenai pengaruh tempo musik dengan performa individu dalam mengerjakan tugas. Tempo musik yang dipakai dalam penelitian ini adalah tempo musik rock dan tempo musik yang heartbeat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tempo musik berpengaruh pada kecepatan individu mengerjakan tugasnya, dan berpengaruh juga pada kualitas tugas yang dihasilkan. Tempo musik rock dapat meningkatkan kecepatan penyelesaian tugas akan tetapi menimbulkan banyak distraksi sehingga kualitas tugas yang dihasilkan tidak meningkat atau bahkan menurun. Sedangkan tempo musik heartbeat dapat menaikkan kualitas tugas yang dihasilkan, tetapi memakan waktu lebih lama dalam proses pengerjaannya.

Tidak hanya itu, Lesliuk (2005) melakukan penelitian pada 56 orang karyawan swasta yang bekerja di bidang sistem informasi. Ia melakukan eksperimen dengan memutarkan musik di waktu-waktu tertentu selama 5 minggu berturut-turut. Penelitian ini menunjukkan bahwa selama di dalam eksperimen, karyawan-karyawan tersebut merasakan emosi yang positif selama bekerja.


Semakin lama waktu yang mereka habiskan untuk mendengarkan musik, akan semakin meningkatkan perasaan positif mereka. Perasaan positif yang dirasakan tersebut berdampak pada proses mereka menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa selama karyawan mendengarkan musik, mereka sanggup persisten pada pekerjaan mereka dalam waktu yang lebih lama, dibandingkan ketika mereka tidak mendengarkan musik. Lesliuk (2005) juga menemukan bahwa karyawan yang rutin mendengarkan musik ini mampu mengerjakan tugas-tugas mereka dengan cara yang lebih kreatif.

Akan tetapi, tidak semua tempo musik atau jenis musik dapat berpengaruh pada peningkatan konsentrasi dan produktivitas kerja. Karena musik memiliki unsur distraksi yang justru dapat memecah fokus seseorang ketika didengarkan sambil melakukan kegiatan lain.

Hal tersebut tergantung juga pada persepsi dan preferensi masing-masing karyawan dalam memilih musik yang didengarkan. Namun demikian, beberapa trik berikut ini dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja melalui musik, yaitu :

1. Dengarkan musik yang tidak ada liriknya

Ketika kita mendengarkan kata-kata, bagian otak kita yang mengatur bahasa akan menjadi aktif. Kita akan mencari arti kata, atau merangkai kalimat, melalui bagian otak tersebut. Jika musik yang kita dengarkan memiliki lirik, kemungkinan untuk lirik tersebut mengintervensi konsentrasi kita mengerjakan tugas makin besar. Karena tugas atau pekerjaan kita juga mengandung “kata-kata” yang perlu mendapat fokus kita.

2. Diam/ketenangan juga adalah salah satu jenis musik

Seperti yang dikatakan sebelumnya, tidak semua orang dapat tetap produktif ketika bekerja menggunakan musik, meskipun musik telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas. Jika Anda malah terganggu ketika mendengarkan musik, maka cobalah bekerja dalam diam. Beberapa orang memilih untuk pindah sementara waktu dan mencari ruangan yang lebih tenang agar dapat fokus bekerja. Jika tidak demikian, maka cobalah untuk mendengarkan musik dengan volume suara yang rendah atau mendengarkan musik-musik yang berisi suara-suara alam.

3. Dengarkan musik yang kita sukai

Seperti penelitian Lesliuk yang dibahas sebelumnya, musik tidak hanya mempengaruhi otak dalam hal bekerja, tetapi juga mempengaruhi otak dalam hal pengaturan emosi. Musik dapat membuat kita bertahan dalam emosi yang positif (senang, tenang), atau dapat juga membuat kita jatuh ke dalam emosi negatif (galau, sedih, marah).

Semua itu tergantung dari persepsi kita terhadap musik yang diputar. Oleh karena itu, hanya kita yang tahu musik seperti apa yang kita persepsikan enak dan mengundang emosi positif. Biasanya itu adalah musik yang kita sukai dan sering ada di playlist kita. Dengarkanlah musik tersebut sejauh kita menyukainya.

4. Cobalah dengarkan musik yang berbeda genre atau tempo (buatlah variasi)

Tidak selamanya mendengarkan musik yang sama di playlist kita terus-menerus akan meningkatkan produktivitas kita. Karena efek habituasi (kebiasaan), produktivitas malah akan jadi menurun. Untuk menghindarinya, perbanyaklah koleksi lagu-lagu atau musik kita dengan lagu-lagu baru atau lagu-lagu dari jenis atau tempo yang berbeda. Tetapi tetap pada prinsip, musik yang kita sukai, musik yang membuat kita berada di emosi yang positif.

5. Ambillah waktu break dari mendengarkan musik

Cobalah secara berkala berhenti mendengarkan musik, kira-kira 5 menit saja. Hal ini dilakukan untuk mengistirahatkan otak dari input yang secara terus-meneurs masuk. Otak kita akan fokus lebih baik jika kita secara berkala mengubah input yang diterimanya. Itu dapat dilakukan dengan cara menghentikan sejenak musik yang kita dengarkan, dapat juga dengan mengganti CD lagu yang diputar dengan CD lagu lainnya.

Selain itu, karena musik dapat membuat kita tetap persisten bekerja, dampak terlihatnya adalah kita akan tetap setia duduk di kursi kita, bekerja sambil mendengarkan musik. Berhati-hatilah karena terlalu lama duduk juga tidak berdampak baik bagi kesehatan.

Oleh karena itu, ketika kita mengambil waktu sejenak untuk berhenti mendengarkan musik (seperti trik nomor 5), sebaiknya kita manfaatkan waktu yang singkat tersebut untuk meregangkan tubuh dengan berjalan-jalan di sekitar ruangan atau sekedar berinterkasi dengan rekan kerja lainnya. Akhirnya, kita yang paling tahu preferensi kita. Jika mendengarkan musik dapat membantu kita bekerja dengan lebih baik dan produktif, maka.. lakukanlah! 

Buat strategi masa depan karier Anda dengan bantuan Career Coach kami.

{$detail->author->name}}
Pramwidya Novia, CPC

S.Psi, MBusPsych Check the profile at https://visecoach.com/pramwidya-mazmur-novia

Related Posts